Pola Hidup Sehat = Disiplin Iman

Allah memandang manusia ciptaan-Nya sebagai sesuatu yang sangat baik, karena kita diciptakan sesuai gambar dan rupa-Nya. Lebih istimewanya lagi, Roh Kudus mau bersemayam dan tiggal di dalam diri manusia (1 Korintus 3:16). Jika Tuhan Sang Pencipta Semesta Alam tinggal di dalam kita, bukankah kita perlu lebih serius lagi dalam merawat dan menjaga tubuh kita?

Tidak sekedar hanya menjaga kekudusan, tetapi juga memelihara kesehatan tubuh kita. Pola hidup sehat adalah wujud dari rasa syukur dan penghargaan kita terhadap Sang Tuan Rumah dan Pencipta.

“Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat.”-Efesus 5:29

Dengan menjadi pengikut Kristus, kita menyelaraskan hidup dengan aturan dan disiplin-Nya. Tuhan suka murid-murid-Nya hidup tertib (2 Tesalonika 3:11). Dalam hal ini, pola hidup sehat.

Namun, mereka yang bekerja di kota besar kerap mengalami kesulitan menjalankannya. Seharian duduk di depan komputer, ditambah stres berjam-jam terjebak kemacetan sepulang kerja. Tidur larut, bangun pagi buta. Tidak sempat olahraga, apalagi mengonsumsi makanan sehat.

Pola hidup tidak tertib, buruk bagi kesehatan. Pencernaan tidak lancar, tumpukan lemak, serta pembuangan racun yang kurang optimal lambat yang laun akan mengganggu kinerja organ-organ tubuh. Salah satu indikatornya adalah penambahan berat badan. Pendapat “gendut tak mengapa, yang penting sehat” jelas keliru. Ibarat mobil yang paling canggih sekalipun, jika terus-menerus dibebani kapasitas berlebih akan cepat rusak.

Saat tubuh mengalami keadaan yang tidak sehat, jangankan melayani Tuhan dan menjangkau jiwa, ibadah pun kita lewatkan karena mengalami sakit. Lalu, bagaimana kita bisa meyakinkan orang untuk mengikuti Kristus, kalau kita sendiri tidak disiplin? Mengalahkan dan mengekang hawa nafsu demi kesehatan sendiri adalah kemerdekaan dan keberhasilan kita mendisiplinkan diri.

Sudah sepatutnya sebagai murid Yesus, kita belajar mendisiplinkan diri. Kita perlu belajar mencintai proses dan bukan hanya terobsesi dengan hasil. Ingin sehat dan memiliki badan yang bugar, tapi tidak menakar porsi dan kualitas nutrisi dari makanan. Atau bahkan kita malah beralih ke metode pola hidup ‘pemalas’, yang mengandalkan produk yang tidak terjamin standar keamanannya. Alih-alih berhasil sehat atau memiliki badan yang fit, daftar penyakit malah bertambah.

Libatkan Tuhan dalam usaha membangun gaya hidup sehat. Jika kita memiliki kesadaran bahwa Tuhan adalah Penghuni, bahkan Tuan Rumah tubuh kita, libatkanlah Dia dalam usaha menjalanan pola hidup sehat. Di dalam Tuhan, kita dapat menemukan hikmat, serta tekad dan motivasi yang kuat untuk mengubah kebiasaan buruk. Terapkan pola hidup sehat tidak hanya secara berkala dan perlahan, tetapi seumur hidup. Dengan demikian, motivasi kita kekal, tidak emosional atau sesuai suasana hatimu. Yakinlah kita takkan mudah tergoda kemalasan dan ketidakdisiplinan, meski lingkungan tidak mendukung. Karena tujuan akhir kita adalah Tuhan, bukan diri sendiri.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Revivo. All Rights Reserved

Log in with your credentials

Forgot your details?