Daniel, Tokoh Alkitab Yang Belajar Hidup Sehat

Kita semua tentunya mau hidup sehat, tidak sakit-sakitan dan berumur panjang. Tetapi jika kita perhatikan, semakin modern peradaban manusia, semakin banyak penyakit yang tidak biasa yang diderita oleh manusia. Orang yang tinggal di desa pada umumnya lebih sehat dan berumur lebih panjang dari pada orang yang tinggal di kota besar, padahal penghasilan orang di kota pasti jauh lebih besar dari pada penghasilan orang yang tinggal di desa. Nampaknya faktor kesehatan sangat dipengaruhi oleh makanan yang kita makan, lingkungan, serta gaya hidup kita.

Di dalam Alkitab menceritakan bagaimana Daniel dan teman-temannya yaitu Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang dibuang ke Babel dan mendapat kesempatan untuk menjadi pegawai di kerajaan Babel. Mereka pun harus mengikuti pendidikan yang diadakan di Babel dan makan makanan yang menurut orang Babel adalah makanan yang bergizi. Tetapi Daniel dan teman-temannya tidak mau memakan makanan tersebut karena mereka tidak mau menajiskan diri mereka dengan makanan Raja. Ada kemungkinan bahwa makanan tersebut telah dipersembahkan kepada dewa-dewa Babel dan hal tersebut bertentangan dengan iman mereka, namun ada juga kemungkinan bahwa Daniel dan kawan-kawan telah bernazar untuk pantang makan daging dan anggur. Daniel pun menantang untuk melakukan percobaan, dimana Daniel dan teman-temannya hanya memakan sayur dan air, sementara orang lain memakan daging dan anggur.

Setelah percobaan selama sepuluh hari, hasilnya ternyata menakjubkan. Daniel dan teman-temannya yang hanya makan sayur dan minum air, memiliki perawakan yang lebih baik, lebih sehat dan justru mereka menjadi lebih gemuk dari orang lain (Daniel 1:15). Terlebih lagi, Tuhan memberikan pengetahuan dan kepandaian kepada Daniel dan kteman-temannya (Daniel 1:17).

Memang Tuhan berkata bahwa bagi orang percaya, semua makanan adalah halal, tidak ada makanan yang haram. Tetapi juga dikatakan bahwa walaupun semuanya diperbolehkan, ternyata tidak semuanya berguna (1 Kor 10:23). Termasuk makanan, tentunya ada makanan-makanan yang bergizi, dan ada pula makanan-makanan yang kurang bergizi, bahkan ada makanan yang tidak menyehatkan. Masalahnya, kebanyakan makanan yang enak itu adalah makanan yang tidak sehat. Junk food, jeroan, makanan yang sangat manis, dan lain sebagainya merupakan contoh makanan-makanan yang tidak menyehatkan walaupun enak di mulut.

Jadi, haruskah kita makan sayur dan hanya minum air saja? Semuanya kembali kepada kita. Kita sudah mengetahui jenis-jenis makanan yang baik untuk tubuh kita, dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana sikap kita, ketika kita hidup, kita harus hidup untuk Tuhan, termasuk ketika kita makan, kita pun harus makan untuk Tuhan. Ketika kita sadar bahwa kita hidup untuk Tuhan, tentunya kita tidak akan mau memakan makanan-makanan yang merusak tubuh kita bukan? Semua itu kita lakukan karena kita ingin hidup kita berguna bagi Tuhan. Bagaimana kita bisa mengatakan “hidupku bagi Tuhan” ketika kita saja sakit-sakitan karena kita makan sembarangan? Muliakanlah Tuhan dengan tubuh kita (1 Kor 6:20).

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Revivo. All Rights Reserved

Log in with your credentials

Forgot your details?