Apakah Benar Rumput Tetangga Selalu Lebih Hijau?

Ada pepatah yang mengatakan, “rumput tetangga selalu lebih hijau”. Pepatah ini memiliki arti, apa yang dimiliki oleh orang lain selalu terlihat lebih baik dan menarik dari apa yang kita punyai. Sehingga kita sulit untuk bersyukur atas apa yang dimiliki. Manusia memang tidak pernah puas. Kita pikir kalau punya lebih banyak uang lagi atau satu mobil lagi pasti lebih bahagia., nyatanya tidak. Ketika kita sudah punya lebih, kita tidak lebih bahagia, karena tak lama kemudian kita ingin lebih lagi. Demikian seterusnya. Rangkaian itu tidak pernah putus.

Lalu, benarkah “rumput tetangga lebih hijau?” Bagaimana perspektif Tuhan tentang hal ini?

  1. Banyak Hal dalam Hidup Orang Lain yang Tidak Kita Ketahui

Dalam hal-hal apa kamu merasa tidak sebaik orang lain? Bagaimana kamu tahu hidup mu tidak sebaik mereka? Apakah melalui prestasi mereka yang kamu tahu persis? Atau, melalui kisah-kisah yang mereka pajang di media sosial?

Ketika kamu mulai membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain, ingatlah bahwa setiap orang punya cerita yang tidak mereka ceritakan atau gembar-gemborkan.

Mengapa kamua iri atas hidup orang lain? Apakah kamu mengetahui semua kisah hidupnya sehingga menyimpulkan bahwa hidupmu lebih buruk? Orang hanya menampilkan apa yang mereka mau tampilkan. Mereka mungkin tidak mengizinkan kamu melihat luka atau kekurangan mereka. Jadi, patokan dari luar ini bukanlah perbandingan yang adil.

2. Iri Hati Dapat Merenggut Keselamatan

Apakah iri hati adalah dosa? “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu—seperti yang telah kubuat dahulu—bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” – Galatia 5:19-21

Hal pertama yang bisa kita simpulkan dari ayat di atas adalah, iri hati merupakan perbuatan daging dan sebuah dosa. Iri hati disejajarkan dengan dosa-dosa lain yang sepertinya punya efek lebih berat. Namun, di hadapan Tuhan tidak ada dosa besar dan kecil. Iri hati setara posisinya dengan percabulan, kemabukan, dan percideraan. Rasa iri bukanlah hal sepele. Terbukti, dari sekian banyak jenis dosa, iri hati termasuk dalam jajaran top-10 list ini, yang disebut dalam Sepuluh Perintah Allah (Keluaran 20:17).

Kedua, kita diajarkan bahwa orang-orang yang iri hati tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Rasa dengki menghambat kemajuan hidup dan berisiko membuat kita kehilangan keselamatan, jadi kita harus memandangnya dengan serius. Manusia mungkin tidak dapat melihat hati atau mendeteksi perasaan kita, tetapi Tuhan tahu. Saat kita mulai tidak bersyukur, mulai membanding-bandingkan, bahkan menginginkan hidup orang lain, di situlah kita sudah berdosa.

3. Fokus pada Kelebihan Sendiri, bukan Kekurangan

Setiap orang punya kekurangan dan kelebihan. Tak perlu sibuk memikirkan apa yang kitatidak punya. Misalnya, kamu punya kelebihan dalam bidang mengajar, tetapi tidak pintar main gitar atau berolahraga. Kamu tidak perlu meratap, “kenapa saya tidak bisa main gitar? Kenapa saya tidak jago olahraga?” Fokuslah pada hal-hal yang Tuhan berikan kepadamu, dan kembangkan sebaik mungkin.

Sekalipun kelebihan kamu (menurut kamu) hanyalah keinginan untuk belajar dengan tekun, kamu tetap bisa mendapatkan hasil yang luar biasa. Kamu bisa menjadi pribadi yang menginspirasi, dan menjadi terang bagi banyak orang.

“Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.” – Roma 12:6-8

4. Rumputmu akan Lebih Hijau jika Disiram

Kita juga mengenal satu pepatah lagi, yaitu the grass is greener where you water it. Rumpumu akan lebih hijau jika kamu menyiraminya. Jangan-jangan, selama ini rumput tetangga kamu tampak lebih hijau karena ia rajin “menyiram”-nya. Sedangkan kamu, sibuk melihat ke rumah-rumah lain dan bertanya-tanya, “kok, rumput mereka bisa hijau begitu? Bagaimana caranya ya?” Caranya sederhana saja: mulailah perhatikan rumput di halamanmu sendiri, dan siramilah secara rutin. Percayalah, kelak daun-daunnya tidak akan kalah hijau.

Manusia, dengan segala kelemahannya, bisa terjebak rasa iri kepada sesama. Kenyataannya, setiap orang punya hal-hal yang tidak mereka ceritakan kepada khalayak luas. Jadi, jagalah hatimu, selalu bersyukur dan pandanglah dosa iri hati dengan serius. Tuhan sudah memberikan kepada setiap orang porsinya masing-masing. Fokuslah kepada kelebihanmu sendiri, dan kembangkan hal itu semaksimal mungkin. Selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dengan bersaat teduh, mendengarkan Firman-Nya, serta sermon-sermon agar kita dapat semakin mengerti kehendak-Nya dan semakin menyadari karya-Ny di dalam hidup kita.

Give no space for envy! Dengan begitu, kamu dapat bersinar sesuai dengan rancangan-Nya. Amin.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Revivo. All Rights Reserved

Log in with your credentials

Forgot your details?