Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Kepada Generasi Muda

Masih dalam suasana Kemerdekaan, Revivo mengajak kamu membahas, merenungkan, dan mengingatkan sedikit mengenai Naionalisme. Terkait dengan banyaknya budaya asing yang masuk ke Indoneisa, membuat nasionalisme di kalangan pemuda dan anak-anak menjadi persoalan. Orang tua atau orang yang lebih tua dan sudah dewasa tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk mendidik anak-anak dalam hal pendidikan moral, sejarah serta rasa nasionalisme. Rasa nasionalisme akan cinta negara serta memiliki pandangan yang positif serta optimis adalah suatu sikap yang dapat ditanamkan pada anak sejak dini.

Sebaliknya, justru orang tualah yang seharusnya menanamkan rasa nasionalisme pada anak. Ada satu ayat kutipan dari kitab Yeremia yang begitu eksplisit menunjukkannnya. “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” -Yeremia 29:7

Dalam artiannya secara luas Nasionalis sendiri merujuk kepada individu atau masyarakat dalam sebuah wilayah bangsa, paling luas dalam lingkup negara mempunyai rasa cinta dan rasa berjuang atas apa yang diyakininya sebagai identitas atas hidupnya yang menjadi kebanggaan dan diperjuangkan.

Menjadi Nasionalis berarti mempersiapkan diri kita menghadapi perubahan yang cepat dalam era digital saat ini, dengan menjadi pemuda Kristen Nasionalis yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik serta mampu mengemban tugas dalam medan layan yang sesuai dengan kemampuan dan kapabilitas masing – masing. Panggilan kita sebagai terang dan garam tetaplah menjadi panggilan yang utama di tengah bangsa ini. Tugas untuk menghadirkan kerajaan-Nya di tengah bangsa ini sangat tepat diwujudkan dengan semangat nasionalisme sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa syukur kita atas karunia Tuhan. Tidak mungkin kerajaan Allah dapat diwujudkan tanpa adanya keadilan dan kesejahteraan bersama, namun keadilan dan kesejahteraan itupun tidak dapat terwujud tanpa adanya kecintaan terhadap tanah air. Pemuda kristen juga ke depannya diharapkan menjadi sosok yang jujur, bertanggung jawab dan berintegritas.

Apa yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme anak atau calon penerus Bangsa ini?

  1. Perkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia

Indonesia sangat kaya warisan dan budaya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Memperkenalkan budaya daerah keluarganya sendiri dan sekitarnya. Dapat dimulai dari lagu anak, bahasa, baju khas, makanan, rumah khas hingga cerita rakyat yang berasal dari daerah asal orang tua. Membawa anak-anak berwisata ke tempat yang memiliki rumah-rumah adat yang bisa menjadi pengetahuan bagi anak mengenai rumah-rumah khas suatu tempat untuk meningkatkan rasa nasionalisme anak

2. Perkenalkan sejarah Indonesia

Cerita sejarah untuk anak biasanya dikemas dalam bentuk menarik dengan menyisipkan gambar dalam setiap halamannya. Bisa juga menceritakan kisah pahlawan nasional, bagaimana mereka berjuang untuk memperebutkan kemerdekaan bagi Indonesia karena kecintaannya pada bangsadan negara. Berikan juga pengertian bahwa berkat perjuangan para pahlawan di masa lalu, kita bisa hidup merdeka, tentram dan tanpa perang di masa ini. Tetap perhatikan agar memberikan penjelasan sesuai dengan usia pemahamannya.

3. Didik anak untuk menghargai perbedaan

Ajarkan anak mengenai perbedaan terutama dalam hal nasionalisme dan anti rasisme. Berikan pengertian pada anak bahwa ada bermacam-macam warna kulit, latar belakang budaya, suku, agama dan bahasa yang berbeda seperti semboyan negara kita “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Hormati perbedaan dan tidak menghina atau mengucilkan orang lain dengan etnis, agama ataupun latar belakang yang berbeda. “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan,” Kolose 3: 14.

4. Sisipkan topik bangsa saat doa keluarga bersama

Mungkin anak akan mengalami kebingungan pada awalnya. Namun, jangan dijadikan sebagai beban dan berpikirlah dengan kreatif untuk berdoa bagi bangsa tidak menjadi suatu hal yang membuat kalian jemu. Anak akan mulai belajar dan berproses untuk mengasihi bangsanya.

Nasionalisme bukanlah bagian terpisah dari iman Kristen. Dalam narasi Alkitab, nasionalisme jelas adalah bagian dari kehidupan tokoh-tokoh seperti Daniel, Yusuf, Ester, dan Daud. Maka, kita sebagai umat Tuhan juga perlu mengambil peran di tengah bangsa ini dengan semangat nasionalisme. Inilah wujud nyata tanggung jawab iman kita terhadap kondisi bangsa dan negara dimana Tuhan menempatkan kita.

Meski tidak lagi muda atau tidak merasa muda, tidak ada kata terlambat. Mari teruslah berkarya dan menjunjung tinggi semangat cinta bangsa itu, dan tetaplah menyatakan buah Roh (Galatia 5: 22-23); bagi kebaikan bangsa kita, dan bagi kemuliaan nama-Nya.

Anak-anak dan generasi muda adalah penurus bangsa ini. Jika mereka tidak dapat mencintai bangsa ini, bagaimana Tuhan dapat membuat negeri ini sejahtera?

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Revivo. All Rights Reserved

Log in with your credentials

Forgot your details?