Jangan Biarkan Penyakit Merenggut Sukacita

Mungkin saat ini atau kemarin kamu sedang menderita penyakit atau disabilitas. Entah itu berskala ringan, menengah, atau berat, kamu merasa khawatir, takut, dan putus asa. Namun, haruskah kamu kehilangan sukacita dan semangat hidup, serta melewati hari demi hari dengan ketakutan dan kesedihan? Apa yang diajarkan firman Tuhan tentang penyakit dan kelemahan fisik?

Kita tak luput dari penyakit. Dalam perjuangan menghadapi penyakit, pertama-tama kamu perlu tahu bahwa kamu tidak sendirian. Tua-muda, kaya-miskin, semua manusia bisa terkena penyakit atau mengalami pelemahan fisik. Teguhkan hati Kamu, karena Kamu menjalani situasi ini bersama dengan banyak orang yang juga mengharapkan pemulihan.

Penyakit mu menyatakan kemuliaan Allah. Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” – Yohanes 11:4

Ingatkah kamu kisah Lazarus yang sakit (Yohanes 11:1-44)? Saudari-saudarinya, Maria dan Martha, mengirimkan kabar kepada Yesus mengenai keadaannya. Yesus pun merespon mereka dengan ayat di atas, bahwa melalui penyakit Lazarus, Anak Allah akan dimuliakan. Demikian pula, ketika murid-murid- Nya bertanya mengenai seorang yang buta sejak lahir. “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri, atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta (Yohanes 9:1-2)?” Yesus menjawab: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” – Yohanes 9:3

Bukankah seringkali, ketika seseorang mendapati dirinya memiliki penyakit yang cukup serius, tanpa sadar, baik si penderita maupun orang-orang di sekelilingnya berpikir demikian? “Orang itu pasti banyak dosa, makanya terkena penyakit.” Atau, “Saya pasti berdosa besar sehingga Tuhan menimpakan penyakit ini kepada saya.” Atau, bertanya-tanya, “Tuhan, apa salah saya sehingga Kau memberikan penyakit ini?”

Namun, Yesus memberitahu murid-murid-Nya bahwa apa yang menimpa orang buta itu tidak ada hubungannya dengan dosa siapa pun. Justru, melalui orang tersebut, Tuhan akan menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Jadi, keadaan dan kondisi kamu saat ini merupakan sarana bagi pekerjaan Tuhan! Kamu akan membawa kemuliaan Tuhan melalui penyakit yang kamu alami.

Berdoa dan menangislah, tapi jangan berhenti di situ. Ketika Nabi Yesaya bin Amos menyampaikan firman Tuhan kepada Hizkia, bahwa ia tidak akan sembuh dari penyakitnya, Hizkia berdoa dan menangis tersedu-sedu. “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. – 2 Raja-raja 20:3

Kamu mungkin melewati masa-masa melakukan proses pengobatan namun hasil yang dirasakan dan didapatkan tidak significant atau terkesan masih sama saja. Mungkin pada saat ini yang dapat kamu lakukan hanyalah berdoa dan menangis. Namun, ingat, hidup masih berjalan. Jangan hanya berdoa dan menangis, tetapi bangkitlah kembali dan jalani hari-hari dengan dua hal berikut:

1. Perkuat tubuh batiniah kamu.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. –2 Korintus 4:16

Kekuatan kamu mungkin perlahan-lahan hilang. Daya tahan tubuh kamu menurun. Tidak mengapa. Kamu masih punya si manusia batiniah yang bisa diperbaharui setiap hari.

Tubuh lahiriah boleh lemah, fisik tidak lagi mendukung, tapi jangan biarkan tubuh batiniah kamu ikut melemah. Tetaplah semangat, optimis, memberi dan melayani semampu kamu, serta senantiasa bersyukur.

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! – Mazmur 42:5

2. Tetap Melayani.

Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. – Galatia 4:13

Kita mungkin mengenal Paulus sebagai sosok yang luar biasa. Ia gigih memberitakan injil di mana-mana. Dianiaya, tetapi tak patah semangat. Dipenjara, tapi tetap memberi inspirasi. Padahal, mungkin saja saat itu Paulus sedang menderita suatu penyakit (yang tidak disebutkan secara rinci).

Di ayat 14, Paulus bahkan menganggap bahwa kondisi tubuhnya bisa dianggap hina dan menjijikkan. Namun, ia tidak membiarkan keadaan tersebut menghalangi pekerjaan-pekerjaan Tuhan di dalam hidupnya.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. – 2 Korintus 12:9

Kamu pasti ingin terlihat kuat dan tidak suka menjadi lemah. Namun, sesuatu di luar kendali kamu terjadi dan melemahkan kamu secara fisik, seperti penyakit atau disabilitas yang diderita akibat kecelakaan. Saat ini terjadi, kuasa Tuhan justru disempurnakan di dalam diri Kamu. Paulus mengatakan ia suka jika dirinya kuat, tapi terlebih, ia suka jika dirinya lemah, karena dengan demikian kuasa Kristus akan menaunginya.

Tetaplah jalani tugas pelayanan kamu, dengan tetap mengingat dan sadari batasan fisik yang harus kamu jaga. Jaga asupan nutrisi dan kualitas tidur, serta minumlah obat-obatan atau suplemen sesuai jadwal. Jangan jadikan kondisi kamu sebagai dalih, atau sebaliknya, menjadikan pelayanan sebagai pelarian sampai kamu lalai menjaga kondisi tubuh.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Revivo. All Rights Reserved

Log in with your credentials

Forgot your details?