Senantiasalah Mengucap Syukur

Apakah kamu selalu bersyukur? Apakah kamu bersyukur dalam keadaan Kamu yang sekarang? Apakah Kamu bersyukur atas keselamatan yang telah kamu terima, kesehatan, hari baru, pertemanan, keluarga dan pekerjaan kamu?

Rasa syukur adalah kunci dalam hidup yang dapat mengubah situasi di sekitar kita. Karena hal itulah yang mengubah kamu, pandangan dan juga sikap kamu. Ada kekuatan di dalam hati yang bersyukur.

Respon alamiah kita saat menghadapi kesulitan adalah mengeluh atau menggerutu, sedih atau marah. Sangat jarang kita temui seseorang yang langsung mengucap syukur atau memuji Tuhan ketika dilanda masalah.

Pencobaan bisa membawa kita pada ketergantungan yang lebih besar kepada Tuhan dan kepercayaan yang lebih dalam pada kedaulatan-Nya jika kita mengijinkannya. Situasinya sama, namun kita juga sering dihadapakan kepada dua pilihan, mengeluh atau bersyukur. Kamu bisa datang pada Tuhan sekalipun masih belum mengerti mengapa harus menghadapi masalah tersebut, sambil memuji Tuhan dan mengucap syukur. Atau bahkan kamu mungkin saja bisa memilih untuk mengeluh, marah dan kecewa. Apakah kamu pernah diperhadapkan dengan dua pilihan ini?

Dalam hidup kita akan banyak menjumpai banyak orang, ada orang yang selalu bersyukur atas apa yang dia dapat sekalipun yang ia dapati adalah masalah. Akan tetapi ada juga orang yang terus mengeluh akan segala sesuatu yang dia miliki sekalipun yang ia dapatkan adalah berkat. Orang yang hidupnya penuh rasa syukur pasti ia menikmati hidupnya, tapi orang yang selalu mengeluh hatinya akan selalu
resah.

Kebiasaan BERSYUKUR akan menambah ENERGI BARU, kebiasaan MENGELUH akan menambah BEBAN BARU.

Percaya atau tidak apa yang kita jalani saat ini tergantung bagaimana kita mengawalinya. Ketika kita mengharpakan hari yang cerah tentu kita harus mengawalinnya dengan ucapan syukur.

Banyak perkara yang akan menguji sikap hati kita untuk tidak mampu menunjukkan sikap bersyukur kepada Tuhan; kepahitan hidup yang ‘menerjang’ kita setiap hari, penolakan dan penindasan dari orang lain, bahkan ancaman nyawa setiap masa kerana iman kita. Tetapi tanpa limpahan syukur dalam hidup kita, maka kita akan sukar untuk menunjukkan sukacita.

Paulus senantiasa mengingatkan kepada setiap jemaatnya yang diinjilinya untuk mengucap syukur senantiasa dalam segala hal. (1 Tesalonika 5:18). Hal ini dimaksudkan supaya kita semua bisa berterima kasih dalam segala keadaan baik itu suka maupun duka, sehat atau sakit, ada berkat atau kekurangan, bisa mengucap syukur dalam segala keadaan.

Milikilah hati yang mengucap syukur sentiasa dalam segala keadaan. Bukan hanya bersyukur pada waktu kesenangan, tetapi harus juga dalam waktu kesukaran. Sesungguhnya, saat kita mengucap syukur, kita bukan saja akan menjadikan diri kita lebih baik dalam pertumbuhan iman dan emosi, tetapi juga kita akan menjadi dampak bagi orang di sekeliling kita untuk dapat hidup mengucap syukur.

Seperti Rasul Paulus yang terdorong oleh sikap teguh jemaat Tuhan di Tesalonika yang telah memberikan semangat kepadanya untuk terus melayani Tuhan (1 Tesalonika 3:7), maka kita juga harus mampu menjadi berkat bagi orang lain ketika kita memiliki sikap mengucap syukur. Menjadi teladan iman kepada orang lain dan membawa damai kepada orang lain atau sesame kita di tempat dimana pun kita berada. Alangkah indahnya hidup yang membawa damai di manapun kita berada.

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. (Kolose 3:17)

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Revivo. All Rights Reserved

Log in with your credentials

Forgot your details?