Apakah Kamu Sudah Memiliki Buah Roh Kesabaran?

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang tentang hal-hal itu.” (Galatian 5:22-23).

Tidak dapat dipungkiri dan dihindari, bahwa kita hidup dalam dunia yang sudah penuh dengan segala keadaan yang membuat hidup kita seolah selalu berlari-larian dengan waktu. Bahkan terkadang kita merasa bahwa kita tidak pernah punya waktu yang cukup untuk melakukan hal ini atau hal itu, seolah waktu sehari berlalu cepat dan saling berkejaran. Keadaan ini membuat kebanyakan orang menjadi tidak sabar.

Tidak mudah bagi orang yang suka serba cepat untuk bersabar. Kesabaran berarti kemauan yang harus takluk kepada proses waktu. Salah satu sifat manusia adalah sifat yang paradoks, mungkin sebagian alasannya adalah budaya kita yang serba cepat dan inginnya sekarang. Pikiran manusia berkonflik karena mempunyai daya pikir yang cepat sekali tetapi waktu tidak bisa berjalan secepat pikiran kita.

Tetapi orang Kristen haruslah memiliki kesabaran yang besar karena kita memiliki Roh Kudus yang hidup dalam diri kita yang rindu untuk menampilkan karakterNya kepada orang-orang di sekitar kita. Orang-orang yang sabar menghadapi keadaan dan orang lain, bahkan ketika keadaan membuatnya benar-benar marah. Orang-orang yang sabar menunjukkan daya tahan, menahan amarah dan bertekun.

Perjanjian Baru, secara khusus menghubungkan kesabaran dengan membagikan injil. Allah sabar ketika Dia menunggu orang yang terhilang untuk datang kepadaNya (2 Petrus 3:9) dan Dia memanggil umatNya untuk bersabar sewaktu kita memperluas tawaran keselamatan di dalam Kristus kepada orang lain (2 Timotius 4:20).

Kesabaran sebagai buah Roh, dalam aktivitas duniawi, memampukan kita untuk memiliki jiwa besar dalam menghadapi segala hal. Roh Kudus membentuk kita menjadi pribadi yang ‘maklum’. Memaklumi bahwa segala yang ada di dunia ini yang tidak selalu berjalan mulus dan sempurna, termasuk setiap manusia juga tidak ada yang sempurna, bahkan diri kita sendiri juga jauh dari sempurna.

Roh Kudus memampukan kita untuk memaklumi setiap keadaan yang sering tidak sesuai dengan harapan kita, dikarenakan kita hidup dengan orang-orang yang beraneka ragam cara dan budaya, berbeda karakter dan latar belakang, dan juga kita hidup di dunia yang berubah dengan sangat cepatnya.

Dengan jiwa yang ‘maklum’ ini, maka hati kita menjadi lapang, mampu selalu bersabar, tersenyum dan memahami setiap keadaaan yg kita hadapi di sekitar kita. Pribadi yang seperti ini, sungguh menjadi pribadi yang tenang.  Ketika dihadapkan dengan masalah besarpun, akan menjadi hal mudah untk dapat dia hadapi dan selesaikan dengan baik.

Selain kesabaran untuk perkara duniawi, Roh Kudus juga memampukan kita memiliki kesabaran dalam arti yang lebih dalam lagi, yaitu ketekunan hati kita dalam pengharapan. Roh membuat kita mampu menanti dalam iman, bahwa dalam setiap perkara, selalu ada jalan keluar dan pengharapan. Sehingga dalam keadaan sesulit apapun, bahkan dalam penderitaan, hati kita akan mampu menerima dengan tetap tekun bersabar, karena yakin dan percaya, bahwa segala pencobaan / ujian diijinkan terjadi atas hidup kita, krn Allah berkenan menarik kita mendekat lebih dekat lagi, dan memurnikan kita, agar menjadi anak-anakNya yang tangguh dan berkenan kepadaNya.

Dalam Roh kesabaran, jiwa manusia akan bisa memandang bahwa dibalik setiap ujian dan pencobaan, ada berkat besar dan indah yang telah Dia sediakan untuk kita yang mengasihiNya. Namun bagi orang yang tidak mempunyai kesabaran dalam pengharapan, ia akan melawan atau menyerah pada keadaan. Bahkan akn marah pada keadaan dan berbalik memusuhi Tuhan sehigga membawanya jatuh dalam dosa yang besar.

Sudahkah kita menjadi orang Kristen yang sabar?

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 Revivo. All Rights Reserved

Log in with your credentials

Forgot your details?